Wirausaha Sukses Mandiri

Motivational and Inspirational

 - 

Join now: 

Register

 | 

Login

logo

Tantangan Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Tantangan Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Perkembangan teknologi memang bagai pedang bermata dua. Jika disikapi dengan siap dan cermat, banyak sekali manfaat dapat diperoleh. Namun, jika salah mengantisipasinya, dapat berakibat fatal, menyebabkan runtuhnya perusahaan, meskipun telah berusia puluhan tahun.

Era baru telah tiba di depan mata. Revolusi Industri 4.0, terbentuk karena makin pesatnya perkembangan teknologi, membawa kita ke masa dimana semua akan semakin otomatis. Untuk tetap bisa mengikuti perkembangan zaman ini, setiap bagian dan aspek dari perusahaan perlu melakukan adaptasi.

Pengertian Industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Pada Industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem cyber-fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif.

Perkembangan teknologi akan mengubah setiap aspek kegiatan di perusahaan secara masif, yang membawa banyak peluang pekerjaan baru. Hal ini karens semakin terhubungnya setiap orang di dunia, sehingga akan meningkatkan efektivitas bisnis. Berbagai disiplin perusahaan, khususnya sumber daya manusia, akan terpengaruh dan harus benar-benar memahami perubahan ini. Di sini peran dan fungsi manajemen sumber daya manusia sangat penting.

Dibandingkan dengan revolusi industri sebelumnya, revolusi industri kali ini berlangsung lebih cepat karena pengaruh teknologi. Tantangan terbesar bagi setiap personil perusahaan terletak pada bagaimana pekerjaan akan dilakukan ke depannya, dibandingkan dengan keadaan sekarang. Mau tidak mau, besar kemungkinan bahwa pekerjaan bisa digantikan oleh robot.

Perusahaan harus memberikan pelatihan baru untuk menggunakan teknologi baru. Penerapan berbagai aplikasi baru demi keberlangsungan hidup perusahaan harus dilakukan, dan adaptasi harus diterapkan. Untuk level eksekutif, tentu lebih menantang, mengingat usia lebih senior, dan kemampuan belajar sudah mulai menurun.

Strategi mendasar bisa diterapkan sejak dini pada sumber daya manusia (SDM), dengan pengenalan dan pelatihan berbasis teknologi, sehingga siap untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0 yang sudah tidak dapat dibendung lagi.

Lakukan koreksi serta identifikasi kemampuan yang dimiliki karyawan berkaitan dengan teknologi terkini. Pahami kemampuan yang tengah dibutuhkan dan belum dimiliki oleh karyawan perusahaan. Cermati setiap skill karyawan yang berhubungan dengan urusan digital.

Seiring dengan perkembangan teknologi digital yang semakin cepat, karyawan dengan kemampuan digital, seperti paham SEO, digital content dan visual design, akan semakin dibutuhkan. Perhatikan kemampuan ini pada karyawan, dan optimalkan tenaga yang ada untuk turut memberikan pelatihan kepada sesama karyawan.

Dalam hal rekrutmen karyawan baru, terapkan kualifikasi baru untuk setiap posisi strategis. Perusahaan harus merekrut tenaga siap kerja dan tidak menghabiskan waktu untuk melakukan pelatihan skill yang dibutuhkan, agar gerak perusahaan tetap gesit.

Perusahaan akan terus berubah, begitu pula dengan cara perusahaan berkomunikasi dengan klien secara keseluruhan. Sebelum memutuskan penerapan teknologi baru, pastikan dulu apakah setiap personil telah mampu menggunakan secara optimal setiap peralatan yang dimilikinya? Sederhananya, apakah setiap karyawan telah menggunakan secara maksimal fitur yang diberikan pada aplikasi karyawan di smartphone-nya?

Jika masih belum, penggunaan teknologi baru mungkin harus ditunda. Pastikan dulu, setiap karyawan memahami setiap fitur dan menggunakannya secara maksimal, maka baru bisa mempertimbangkan untuk menerapkan teknologi baru dalam rangka menyambut Revolusi Industri 4.0.

Pendapat para ahli tentang Revolusi Industri 4.0:

Pertama, menurut Jobs Lost, Jobs Gained: Workforce Transitions in a Time of Automation, yang dirilis McKinsey Global Institute (Desember 2017), pada 2030 sebanyak 400 juta sampai 800 juta orang harus mencari pekerjaan baru, karena digantikan mesin.

Kedua, menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang P.S. Brodjonegoro, mempunyai pendapat yang sama dengan McKinsey & Co. Menurutnya, memasuki revolusi industri 4.0 Indonesia akan kehilangan 50 juta peluang kerja.

Ketiga, menurut Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, sebaliknya. Revolusi industri 4.0 justru memberi kesempatan bagi Indonesia untuk berinovasi. Revolusi yang fokus pada pengembangan ekonomi digital dinilai menguntungkan bagi Indonesia. Pengembangan ekonomi digital adalah pasar dan bakat, dan Indonesia memiliki keduanya. Ia tidak sependapat bahwa Revolusi Industri 4.0 akan mengurangi tenaga kerja, sebaliknya malah meningkatkan efisiensi.

Apa pun pendapat para ahli dan kondisi yang terjadi, yang penting kita harus tetap punya sikap mental optimis menatap masa depan. Kita harus berusaha untuk terus-menerus meningkatkan kemampuan belajar segala keterampilan, yang sesuai dengan kebutuhan Era Industri 4.0, sehingga kita tidak akan tergilas oleh kemajuan teknologi, dan mempunyai daya saing lebih kuat.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Comments

Comments are disallowed for this post.

Type in your comments to post to the forum
Name  required
E-Mail  required
Website

Comments


You must be logged in to post a
video comment.

Search

Video